Penutupan Kursus English for Academic Purpose (EAP) Bappenas 2020

IMG_5456

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIB UGM, Dr. Nur Saktiningrum, M.Hum secara resmi menutup penyelenggaraan kursus English for Academic Purpose (EAP) di Ruang 709 Gedung Soegondo FIB UGM pada hari Rabu, 22 Juli 2020. Acara dilaksanakan secara semi daring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan dihadiri oleh peserta kursus, pengajar, ketua dan wakil pengelola Pusat Bahasa, Wakil Dekan, ketua program studi, Kabid Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan Gelar, serta Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Pusbindiklatren Bappenas).

IMG_5452

Acara dibuka dengan sambutan dan laporan pelaksanaan kegiatan oleh koordinator kursus, Apri Mulyani, S.S., M.A., dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua Pusat Bahasa FIB UGM, Dr. Suryo Baskoro, M.S serta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIB UGM, Dr. Nur Saktiningrum, M.Hum. Ketua program studi MPWK UGM, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D., dan ketua program studi MPWK Universitas Diponegoro yang hadir pada acara ini, Dr. Iwan Rudiarto, S.T., M.Sc., turut memberikan sambutannya. Setelah sambutan, Dr. Guspika, M.B.A. selaku Kepala Pusbindiklatren Bappenas dan Ali Muharam, S.I.P., M.S.P., M.A. selaku Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan Gelar Pusbindiklatren Bappenas memberikan sedikit pengarahan kepada peserta. Seusai pengarahan, acara berikutnya adalah penyerahan sertifikat program oleh Ketua Pusat Bahasa FIB UGM, Dr. Suryo Baskoro, M.S. kepada peserta. Dalam acara penutupan ini pula, perwakilan pengajar dan peserta menyampaikan kesan pesan selama kursus berlangsung. Setelah itu, acara ditutup dengan foto dan doa bersama.

Program EAP merupakan kerjasama antara Pusbindiklatren Bappenas dengan Pusat Bahasa FIB UGM yang berlangsung selama 7 bulan (Januari-Juli 2020). Kursus EAP awalnya dilaksanakan secara luring. Akan tetapi, semenjak adanya pandemi COVID-19, kursus dilaksanakan secara daring. Selama 7 bulan tersebut, 21 peserta kursus mengikuti pelatihan EAP guna meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris terutama dalam hal akademik. Materi kursus yang diberikan terfokus pada peningkatan kemampuan berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan. Setelah pelatihan Bahasa Inggris selesai, para peserta diharapkan mampu meraih skor TOEFL minimal 550 serta menerapkan ilmu yang didapat terutama untuk keperluan seleksi beasiswa luar negeri.